- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MuratarA --Pemerintah Muratara dalam
ujung kepemimpinan Syarif - Devi sejalan dengan janji politik kedua
pemimpin ini untuk meningkatkan harkat dan pemerataan pembangunan
tercoreng dengan ulak kontraktor yang asal asalan.
Masyarakat di Dusun Bina Karya blok A, Blok D, dan Blok E Kecamatan
Karang Dapo Kabupaten Muratara tidak puas dan resah,pasalnya jalan
setapak dengan panjang kurang lebih 150 meter lebar dua meter yang baru
berusia dua pekan sudah rusak parah.
Padahal jalan tersebut dibangun bukan dengan dana kecil, di Papan Proyek
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Kotraktor pelaksana CV Rahmad
Wijaya Abadi, Tertera pembanguna jalan setapak itu mencapai Rp 190
juta.alah seorang warga Desa tersebut Agus
(40) mengatakan rasa kekecewaanya dan tidak terima pembangunan proyek
jalan setapak ini dengan asal-asalan, ia merasa kecewa dan tidak
puas.dan jalan sudah berlobang lobang.
“Agus juga mengatakan Mendingan jalan kami tidak usah dibangun, sebab
dari pada yang sekarang, masih enak kami dengan jalan kerikil sebelum
dibangun, lebih enak dan nyaman,”ungkapnya.
Nah lanjutnya sekarang ini, belum sampai satu bulan jalan sudah
berlobang dan pasirnya sudah mengelupas. Ditambah lagi ditengah jalan
dibuat lobang pembatas, sehingga membahayakan pengemudi sepeda motor
dimalam hari. bukan hanya di Blok A saja yang
dibangun asal-asalan, tapi di blok D dan E juga belum satu bulan
dibangun sudah mengelupas,”ungkapnya.
Ia mengatakan, jika ia juga sebagai kuli bangunan aneh melihat pekerja
yang membuat jalan setapak tersebut dengan proses pembangunan yang
diduga janggal.
Sementara Rasa kesal juga disampaikan Wakil Bupati H. Devi Suhartoni
yang turun langsung ke lokasi pembangunan dan melakukan sidak sesuai
dengan permintaan Warga, menurutnya masyarakat sangat berterimakasih
dengan adanya jalan setapak tersebut, tapi kalau tidak bermanfaat
percuma bahkan yang muncul kata dia malah kekecewaan terhadap
pemerintah.
Tapi dengan kondisi yang terjadi sekarang, di mana seluruh permukaan
sudah mengelupas dianggap tak akan mampu lagi dilakukan dengan
pemeliharaan.
“Ini pembangunan asal-asalan, Ini menjadi pertanyaan besar bagi saya,
Ada permainan apa di balik ini kok proyek seperti itu bisa asal-asalan,
dan sangan tidak becus,”tegasnya dengan nada kesal, Jumat (6/12/2019).
Kenapa pembangunan ini dibilang asal-asalan dan tidak becus, saat ia
mendorogkan-dorong menggunakan kaki jalan setapak yang dibangun, semen
dan pasirnya langsung dengan mudah mengelupas, dan ketika ditusuk
menggunakan kayu jalan langsung ancur dan terurai.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar