OLeh OLEH Dari Klaten

 Apa kabarmu pekan ini? Mendapati kabar baik dari orang-orang dekat atau sahabat adalah kegembiraan kita akhir-akhir ini.

Tidak heran, pertanyaan "apa kabar" yang sebelum pandemi seperti basa-basi, terasa punya energi selama pandemi.

Di tengah ketidakpastian situasi karena pandemi yang bisa mengganggu kesehatan, mendapati baiknya kondisi kesehatan kita, orang-orang dekat dan sahabat membuncahkan rasa syukur.

Rasa syukur baik juga untuk kesehatan mental kita. Di tengah situasi yang membuat kita bisa saja membuat daftar keluhan dan kekecewaan, memiliki rasa syukur juga mendewasakan.

Simbah atau kakek saya di Klaten, Jawa Tengah kerap berujar, doa terbaik adalah bersyukur atas situasi apa pun. Untuk bisa melakukan ini, saya merasa butuh waktu untuk didewasakan bahkan hingga hari-hari ini.

Kita memang lebih cepat dan mudah membuat daftar permintaan atau keluhan atas kekecewaan daripada membuat daftar syukur atas apa yang sudah kita jalani dan dapati. Wajar. Kita masih perlu sama-sama belajar dan didewasakan.

Balik ke kabarmu pekan lalu yang semoga sehat selalu, saya hendak menyampaikan kabar yang membuat perasaan saya campur aduk juga antara kecewa dan bersyukur

Komentar