- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DELISERDANG , Bratapos.com – Deliserdang
memiliki 600an desa yang terbagi dalam satu kabupaten. Luasnya daerah
yang diawasi oleh dinas pemberdayaan desa sehingga terfokus pada
desa-desa yang jauh dari pusat daerah pemerintahan.
Jumat (20/09/2019),bratapos menerima
informasi 20 orang perwakilan masyarakat desa pasar melintang, AS
(43thn) merupakan perwakilan dari masyarakat pasar melintang merasa
sudah sangat menderita atas penyalahgunaan jabatan dari seorang kepala
desa bernama David Sagala.
Disampaikan kepada media bratapos atas
penyalahgunaan jabatan tersebut, yaitu alat pertanian yang diterima
kepala desa dari salah satu partai saat kampanye pemilu legislatif tahun
2018 diklaim kades David Sagala sebagai inventarisasi pribadi. ” alat
pertanian( jonder) tersebut dibelinya seharga 30 juta. Sehingga
masyarakat yang hendak menggunakannya dikenakan biaya sewa yang sangat
besar.”terang AS.
“bahkan kepala Dusun (kadus) yang
membangkang atas kebijakannya yang salah langsung dapat surat
pemberhentian dengan alasan sesuai Peraturan tentang umur masa bakti
seorang pegawai pemerintahan sudah berakhir atau terlambat datang
melaporkan hasil retribusi, atau kadusnya tidak layak dalam penampilan”
Ungkap AS.
“yang mirisnya lagi dana sumbangan acara
kantor desa tidak pernah dibuatkan laporan penerimaannya, sedangkan
setiap acara selalu dikeluarkan laporan pengeluaran dari dana desa atau
alokasi dana desa.” Lanjutnya.
“Pada saat 17 Agustus 2019 ada dana 15jt
yang dianggarkan, kenyataan banyak penyumbang memberikan bantuan acara
agustusan” Terang AS mengingat penyelewengan jabatan kepala desa nya.
“Sesuai peraturan yang ditetapkan oleh
Presiden bahwasanya pengurusan sertifikat tanah tidak dipungut biaya
berapapun, namun David Sagala mematok harga 500ribu/rantai(20×20 meter)”
Keterangan AS.
“Pembangunan BUMDES tidak pernah jadi
skala prioritas, karena kantor Bumdes yang seharusnya dilingkungan
kantor desa yang masih banyak kosong dilakukan sewa kantor dengan harga
yang tidak wajar untuk di pedesaan” Ungkap NPT(68thn)
“David Sagala sendiri mendirikan sebuah cafe yang menyediakan jenis minuman keras dan wanita-wanita”
Dari semua keterangan ini media bratapos
mencoba klarifikasi kekantor desa untuk klarifikasi pada David Sagala.
Namun tidak bisa dijumpai. Saat semua keterangan di atas dipertanyakan
pada aparatur desa yang sedang berada dikantor. “Mohon nama saya jangan
disebut dan ditulis pak”kata perangkat desa pasar melintang. ” Benar
bahwa ada bantuan alat tani(jonder)dari partai SBY, tapi yang
publikasikan alat tanam padi bantuan dari dinas pertanian Deli Serdang,
dan pengurusan sertifikat tanah tidak merata 500ribu/rantai pak, bahkan
ada juga yang dipatok 100ribu/rantai, tentang cafe tersebut benar milik
kepala desa David Sagala, tentang adanya minuman keras dan wanita
panggilan,saya memang dengar tapi ngak pernah kesana”terang aparatur
desa membenarkan secara berbisik.
“Sudah ngak rahasia lagi pak tingkah kepala desa pasar melintang, tentang ADD/DD sangat rapi laporan nya tapi fiktif nya juga ada, kalau mau jumpa pak kades, lihat saja kesimpang, dia lagi main judi di kedai dekat cafe nya” Tutup aparatur desa yang tidak mau disebutkan namanya.
“Sudah ngak rahasia lagi pak tingkah kepala desa pasar melintang, tentang ADD/DD sangat rapi laporan nya tapi fiktif nya juga ada, kalau mau jumpa pak kades, lihat saja kesimpang, dia lagi main judi di kedai dekat cafe nya” Tutup aparatur desa yang tidak mau disebutkan namanya.
Saat team bratapos melihat kedai yang
dimaksud, terlihat David Sagala sedang sibuk membenahi kartu judinya,
dan menarik sejumlah uang dari atas meja ke kantongnya.
Reporter : HANDRIANTO
Editor / Publisher : zai
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar